Sekarang ujian dulu. Belum waktunya 'pulang'

"jadi gimana? temenmu keburu 'berangkat' ini?" ucap salah satu dokter kepada Mba Ina
"bentar ya dokter, saya hubungi keluarganya dulu" Mba Ina yang gugup menatap Mba Mei sembari mengambil HP di tasnya

Ini adalah suasana saat aku kali kedua dilarikan ke Rumah Sakit selama hidupku.
Cukup dua kali ini aja deh. Pertama kalinya adalah beberapa hari sebelum hari besar ini, tengah malam aku tak lagi tahan dengan rasa sakit perut yang kutahan dari pagi. Rasanya perih, sebah, berasa diaduk, semuanya jadi satu. Masuk ke pintu Rumah Sakit, tak ada satu pun orang yang muncul. Aneh. Tapi ketakutanku pada si makhluk tak kasat mata ditutupi oleh sakit perut yang luar biasa. Sekitar 10 menit aku tertatih (aku sih duduk, Umik yang kebingungan cari orang). Ketemu orang. Diperiksa. Hasilnya aku kena MAAG. Dikasih obat, pulang. Malam itu aku bisa tidur dengan nyenyak.

blogger penulisan iicanafisah copywriting indonesia inspirasi quote


Malam kedua dari Rumah Sakit, sebut saja RS Mawar. Aku semakin sembuh? oh, tidak. Badan tetap lemes, perut juga masih ga enak, bisa tidur hanya setelah minum obat. Hari ketiga, tidak lagi ke RS Mawar. Kali ini ke dokter yang praktek di dekat rumah.
"hmmmmmpppp" teriak kecilku saat tangan bu dokter menyentuh perutku
"lho perutnya kok gini" tanya bu dokter heran melihat perutku yang membuncit semacam wanita hamil 5 bulan
"ini harus ke rumah sakit" lanjutnya
"kalau dikasih obat dulu, bisa dok?" balas Umik khawatir kejadian kemarin terulang
"gini aja, ini saya kasih resep. Kalau setelah minum obat ga ada perubahan, langsung ke RS ya" bu dokter yang lumayan cantik ini mengernyitkan dahi sambil menulis resep

Yeaaay! setelah minum obat rasa sakitnya ga ada lagi. Eits, jangan bahagia dulu. Itu hanya bertahan sekitar 5 hari. Karena merasa ga ada perubahan berarti, kami (aku dan keluarga) memutuskan membawaku akupuntur di dekat rumah kakak lelakiku.
"kata dokter kenapa?" tanya si mba akupuntur
"maag, tapi ini njkcvsvuhisdn" jawab panjang lebar kali tinggi oleh kakakku
"kalau gitu, saya akupuntur di titik titik maag ya"
"tapi ini maag kok aneh ya, biasanya ga kayak gini sih, tapi dicoba aja ya, semoga jalannya sembuh disini"
1 2 3 4 5 entah berapa jarum ditusukkan di perutku, beberapa di kaki juga.
"minum yang banyak ya" saran mba akupuntur setelah terapi hari pertama

Minum susu khusus. Minum air putih banyak, buanyak. Makan barang halus. Sampai hari ketujuh, aku tak membaik. Setiap selesai makan, makanan nikmat itu kumuntahkan. Bahkan tak ada lagi sisa makanan di perut. Bukan lagi makanan yang kumuntahkan. Air putih pun tak diterima perutku. Air putih yang kumuntahkan tak lagi berwarna bening. Hijau. Tak hanya keluar dari mulut, aku harus ganti popok dewasa setiap 3 jam. Sehari sekitar 8 popok dewasa. Ini adalah hari terkeren menurutku. Meski keren, cukup sekali aku jadi keren begini hahaha.
"ica dibawa ke RS aja ya, ga tega aku" ucap kakakku pada istrinya
Belum sempat persiapan ke RS, ada Mba Ina sama Mba Mei datang menjengukku. Mereka ini emak-emak super baik luar dalem (meski aku sering jadi bahan hujatan mereka hihihi)


"saya juga maag, tapi ga sampe kayak gini" Mba Mei mulai gemas dan cemas
"umik, boleh ga kalau ica kami bawa ke RS?" Mba Ina ragu-ragu berucap
"iya gapapa"
Berangkatlah aku, Mba Ina dan Mba Mei ke RSI Aisyiyah Malang. Mba Ina itu antara pengen buru-buru dan entahlah ngebut dong bawa mobilnya. Ealah ga bisa keluar gang. Setelah tau jalan keluar, gas pol tanpa liat ada polisi tidur. Diriku yang lemah tak berdaya terpental di dalam mobil berasa ingin mengumpat tapi malah diketawain sama emak emak berdua ini. (Mba Ina, Mba Mei kucinta kalian lah pokonya ahahaha)

Sampai di RSI Aisyiyah Malang, aku didorong pake kursi roda (ini risih, tapi aku lemah, sudah terima saja). Di periksa tensi, cek darah, rontgen (ini badanku di bolak balik semacam tempe goreng, sakitnya? mantaab!) sama USG (belom hamil mah aku udah di USG, pake di pencet-pencet sama petugasnya, pengen nampol tapi lemah).

Lalu terucaplah kata-kata awal tulisan ini. Lanjutin ga ya? udah malem nih, lanjut di tulisan berikutnya saja yaa

Lanjutan ceritanya bisa klik disini

Comments

Popular Posts