Bujur sangkar kali dua
Seorang petani memiliki sawah dengan bentuk persegi yang panjangnya seratus langkah pada masing-masing sisi. Petani itu biasa dipanggil Mamat yang baik hati. Suatu hari datang seorang tua
yang kotor dan lusuh kepadanya untuk meminta makan. Mamat pun tak berpikir lama untuk menyediakan makan buat seorang tua itu. Setelah selesai makan, ternyata seorang itu adalah Raja yang sangat dihormati. Sebagai bentuk penghargaan atas kebaikan Mamat, Raja mempersilahkan Mamat untuk memperluas sawahnya. Syarat dari Raja adalah perluasan tanah sebesar dua kali lipat luas tanah yang sekarang dan bentuknya harus tetap persegi.
Alangkah bahagianya Mamat mendapatkan sawah dua kali lipat dari yang dimilikinya sekarang. Mamat mencoba untuk melipat gandakan sawahnya. Tapi yang terjadi Mamat kebingungan karena kalau ia mengalikan dua pada masing-masing sisi, yang ia dapat bukan dua kali lipat tapi empat kali lipat. Kalau Mamat mengalikan dua pada dua sisi sawah, yang ia dapat bukan berbentuk persegi. Bisakah kamu membantu Mamat?
Setelah berpikir cukup menguras tenaga, akhirnya Mamat bisa menyelesaikan permintaan raja. Mamat membagi sawahnya dengan garis diagonal yang saling menyilang. Mamat mendapatkan empat segitiga dengan ukuran yang sama. Lalu mamat menambahkan segiga pada setiap sisinya maka jadilah sawahnya berbentuk belah ketupat. Lalu diputar dan jadilah bujur sangkar! Akhirnya Mamat bisa mengalikan dua luas tanahnya dengan bentuk yang tetap persegi.








