Belum lahir udah 'nipu'
"ini beneran ini"
"halah, paling kayak kemarin, ga jadi lahir lagi"
"ayo cepetan berangkat ke bidan"
"iya iya santai aja"
"ayo"
weeeengggg (anggap saja ini suara motor yang lagi ngebut)
"halah, paling kayak kemarin, ga jadi lahir lagi"
"ayo cepetan berangkat ke bidan"
"iya iya santai aja"
"ayo"
weeeengggg (anggap saja ini suara motor yang lagi ngebut)
sampai di depan gerbang bidan..
"bu ini istri saya mau melahirkan"
"suster, tolong disiapkan semuanya ya" ucap bu bidan dengan ramah
"sudah siap semua bu Asmuni (ini nama bu bidan, bukan pelawak ya)" kata mba suster sigap
"ayo persiapan persalinan ini ya, sudah siap semua"
"bu...ini saya kok ga kerasa kontraksi lagi ya, sudah ga sakit lagi" umik yang lagi hamil lebih dari 9 bulan ngomong dengan ringan
"lhoalaaahh" ucapan spontan semua kru yang bertugas dengan serentak
Umik dan Abah pun kembali pulang karna tidak jadi lahiran.
"bu ini istri saya mau melahirkan"
"suster, tolong disiapkan semuanya ya" ucap bu bidan dengan ramah
"sudah siap semua bu Asmuni (ini nama bu bidan, bukan pelawak ya)" kata mba suster sigap
"ayo persiapan persalinan ini ya, sudah siap semua"
"bu...ini saya kok ga kerasa kontraksi lagi ya, sudah ga sakit lagi" umik yang lagi hamil lebih dari 9 bulan ngomong dengan ringan
"lhoalaaahh" ucapan spontan semua kru yang bertugas dengan serentak
Umik dan Abah pun kembali pulang karna tidak jadi lahiran.
"bu, ini kalau sampai tanggal 1 September anaknya ga keluar harus operasi ya" Bu Asmuni mulai cemas setelah 12 kali menyiapkan proses persalinan tapi tak kunjung lahir.
"kalau ditunggu aja ga bisa ya bu?" umik pun mulai ikut cemas
"ga bisa bu, karna ini juga sudah 10 bulan"
"nak, ayo dong lahir, daripada nanti kamu dioperasi lho" umik ngomong sambil ngelus-ngelus perut
"kalau ditunggu aja ga bisa ya bu?" umik pun mulai ikut cemas
"ga bisa bu, karna ini juga sudah 10 bulan"
"nak, ayo dong lahir, daripada nanti kamu dioperasi lho" umik ngomong sambil ngelus-ngelus perut
Sebelum subuh tanggal 25 Agustus 1991 atau tanggal 14 shafar 1412H abah lagi nikmat nikmatnya sahur buat puasa ayyamul bidh, tiba-tiba umik merasakan kontraksi lagi. Dengan sigap abah langsung siap berangkat ke bidan langganan.
"aduh gerbangnya kenapa dikunci"
"assalamualaikum, bu istri saya mau melahirkan!"
"abah, ini udah mau keluar, cepetan"
"sabar dulu ya, assalamualaikum!"
"padahal biasanya ga pernah kayak gini"
"assalamualaikum"
"ini beneran mau keluar"
"nah ini ada, susteer!"
"assalamualaikum, bu istri saya mau melahirkan!"
"abah, ini udah mau keluar, cepetan"
"sabar dulu ya, assalamualaikum!"
"padahal biasanya ga pernah kayak gini"
"assalamualaikum"
"ini beneran mau keluar"
"nah ini ada, susteer!"
Suster baru sempat menyiapkan kasur untuk persalinan..
"oeee oeee oeee oeee"
"ahamdulillah"
Lahirlah seorang anak perempuan bungsu dari 11 bersaudara dengan selamat dan sehat. Berat badan 3,5 kg dengan tinggi 50cm melalui persalinan normal.
"oeee oeee oeee oeee"
"ahamdulillah"
Lahirlah seorang anak perempuan bungsu dari 11 bersaudara dengan selamat dan sehat. Berat badan 3,5 kg dengan tinggi 50cm melalui persalinan normal.
Anak yang lebih memilih lahir dengan sebuah "kejutan" daripada lahir dengan persiapan ini diberi nama Nafisah. Belum lahir aja udah nipu orang tua dan segenap kru bidan buat persiapan persalinan dan ternyata ga jadi lahir. Sekarang anak itu akan lebih sering disebut "aku" dalam blog ini.
Ternyata sejak bayi aku sudah takut duluan dengan kata "operasi". Tahun 2016 aku harus mendadak merasakan dinginnya meja operasi. Penyebabnya? klik disini untuk tau ceritaku.










Comments
Post a Comment