Hospitality yang bukan hospital

Hospitality. Satu kata ini semakin sering terdengar saat berkaitan dengan perdagangan jasa. Tak hanya perdagangan jasa, perdagangan barang juga merambah ke kata hospitality. Hospitality menurutku adalah pelayanan yang tak biasa. Hospitality tak selalu hospital (rumah sakit) bahkan
tak sedikit hospital yang tidak hospitality. Pelayanan yang terlalu ribet, petugas front office yang mengerutkan kening ketika ada calon pasien yang kebingungan, bahkan ada juga oknum yang memanfaatkan kesehatan pasien demi kepentingan diri sendiri.

blogger penulisan iicanafisah copywriting indonesia inspirasi quote online diary


Sudah terlalu banyak pelayanan yang tidak hospitality, mungkin kalau dituliskan bisa lebih tebal dari kamus terjemahan hihihi
"selamat siang, sebelumnya sudah pernah makan di
*** *****?"
"belum"
"ini menu kami, ada mie dengan pilihan toping. Ada juga bakso. Untuk menu nasi ada ayam. Oh iya, ini bagian menu minuman"
"iya"
"silahkan dipilih dulu, nanti kalau perlu bantuan bisa memanggil saya lagi"
"terimakasih, sebentar ya"
Gambaran itu kutemui di salah satu tempat makan di Malang, Jawa Timur. Beda lagi dengan yang satu ini.
"mas premium 15ribu"
"mulai dari nol ya mba"
"ini mas (sambil nyodorin uang 100ribuan)"
"terimakasih mba (ngasih kembalian selembar 50ribu, selembar 20ribu, selembar 10ribu dan selembar 5ribu)"
"mas yang 50 bisa tuker yang pecahan aja?"
"kalau tuker di bank aja mba"
"wah, jam segini (jam 23.00) ada bank buka dimana mas!"

Sampai sekarang aku tak mau lagi beli bbm di pom bensin itu. Bahkan walau hanya mampir buang air atau beli cemilan. Aku lebih sering mengunjungi tempat makan yang kugambarkan tadi. Kondisi berbeda dari tempat berbeda dan respon yang berbeda.

Perlakukan orang lain seperti yang kamu ingin diperlakukan oleh orang lain. Terlebih saat berdagang. Tak cuma pedagang konvensional, pedagang online pun saat membalas chat atau telpon juga sangat berpengaruh. Jangan sampai kehilangan satu pelanggan karna satu sikap kecil yang menyakitkan. Karena kehilangan seribu pelanggan lebih mudah dari mempertahankan satu pelanggan :)

Popular Posts